Mengenai Saya

Foto saya
blog ini dalam masa perbaikan. mohon maaf untuk sementara tidak saya update isinya

Minggu, 21 Februari 2010

kisah kucing pertama peliharaan keluarga saya

. Minggu, 21 Februari 2010

Pernah memiliki binatang peliharaan???, pastinya kita sayang dengannya. Kucing, anjing, kelinci, burung, atau apapun itu. Memberinya makan, menyayanginya sepertihalnya bagian dari keluarga sendiri.


Binatang yang paling saya sukai adalah kucing. Sewaktu saya kecil, saya mendambakan bisa memiliki peliharaan ini, ingin sekali memungut binatang ini dijalanan, dan memeliharannya di rumah, sayangnya tidak diperbolehkan orang tua saya.” Tak apalah...”
Kucing peliharaan pertama saya ketika saya SD. Kucing liar biasa yang datang ke rumah saya tanpa permisi. Langsung masuk rumah, tidur, setelah bangun pergi ke luar lagi. Beberapa hari kemudian dia(si kucing, red) datang lagi dan seterusnya dia sering kerumah, kami beri dia makan, sayangi dia sepertihalnya bagian dari keluarga kami. Keluarga saya tidak pernah paksakan dia untuk tinggal dirumah kami, dia bebas datang dan pergi. Mungkin inilah sebagian kisah tentang kucing pertama peliharaan kami.


1. Dia kucing liar.

2. Keluarga saya sayangi dia, toh akhirnya dia suka tinggal di rumah kami dengan sendirinya.

3. Ketika kami sekeluarga duduk santai, terkadang dia ikut bergabung, duduk di sebelah saya, bahkan dengan sendirinya duduk ataupun tidur dipangkuan ku, apa yang dia lakukan buat kami tahu, dia pun merasa bahwa dia adalah bagian dari keluarga kami.

4. Dia sering menemani ku mengaji (membaca Al Quran)di rumah, dia dengan sendirinya duduk dipangkuan saya, duduk tenang jadi gak sampai mengganggu ku.

5. Kedekatannya dengan keluarga saya, membuat kami bingung, apa benar dia kucing liar, ataukah kucing peliharaan orang lain.

6. Dia kucing liar dewasa, sering berkelahi. Pernah suatu waktu dia pulang kerumah dalam keadaan kotor. Kami memandikannya, penuh perjuangan, maklum salah satu naluri liar kucing adalah takut dengan air. Dia selalu shock setelah dimandikan, biasanya dia menyendiri di bawah ranjang, sembari mengeringkan bulu-bulunya dengan menjilatinya.

7. Pernah juga dia terluka, kami merawat seadanya saja.

8. Dia sepertihalnya keluarga kami sendiri, bisa keluar dan masuk rumah sesukanya. Sering sekali dia berteriak di depan pintu rumah karena ingin masuk dan tidur dirumah(terkadang males juga untuk membukanya, maklum dia sering pulang tengah malam, mungkin dia suka clubing...).

9. Dia pernah berhasil memakan burung peliharaan keluargaku.

10. Jarang dia buang air dirumah, dia udah tahu bakal di pukul ibu saya bila dia lakukan itu, toh dia juga kucing liar, jadi bila mau buang air, pasti keluar rumah.

11. Hal yang lucu ketika suatu hari ibu saya tidak sengaja menyenggol sapu. Sapu itu terjatuh dan suara hentakan suara jatuhnya cukup keras. Kucing kami langsung berteriak histeris dan langsung berlari ke lantai 2 rumah kami dan sembunyi di bawah ranjang kamar tidur kakak saya. Ternyata ketika diselidiki, ditemukan kotoran(telek’ a.k.a tai) kucing di sebelah sapu yang terjatuh tersebut. Mungkin dia tahu dia akan terancam karena telah buang air di dalam rumah.

12. Rumah kami berlantai 2, kucing kami jarang ke lantai 2, maklum dia pernah terjatuh dan terguling-guling ditangga, mungkin dia kapok untuk main ke lantai 2 lagi setelah kejadian itu.

13. Biasanya dia buang air didalam rumah bila pintu rumah dalam keadaan tertutup, jadi dia sulit keluar rumah.

14. Pernah juga suatu waktu ketahuan ingin mencuri makanan yang ada di meja ataupun dilemari (biasanya lauk, sepertihalnya ikan). Langsung ditindak ibu saya, so’... dia bakal jera dan gak mungkin melakukannya lagi setelah itu.

15. Masalah makannya, sederhana saja, maklum disesuaikan dengan kemampuan keluargaku yang hidup berkecukupan. Biasanya campuran lauk sama nasi. Lauknya biasanya sisa lauk makan kami, tulang-tulang lunak, atau ikan asin. Pokoknya lauk yang udah di masak, dan bukan telur(kata orang kalo kucing diberi makan telur, ntar bulu-bulunya bisa rontok).

16. Makannya 2-3 kali sehari, terkadang kalo lagi ngemil, dia pasti minta juga. Sering juga diberi susu, bukan susu khusus untuk kucing, tapi buat manusia, toh dia juga suka jadi gak apa-apa, saling berbagi aja.

17. Pernah pula kucing kami ini ketulangan(ada tulang yang menyangkut di sela-sela gigi atau bagian mulutnya), mungkin gara-gara makan sembarangan di luar rumah, jadi biasanya kami bantu melepasnya, penuh perjuangan, maklum dia berontak. Kami paksa buka dan mengkorek-korek mulutnya, kalo susah banget cabutnya, biasanya kami gunakan alat (tang jepit)(wkwkkwk..).

18. Menurut saya, kucing kami ini meninggalnya karena umur yang udah tua, beberapa hari sebelum meninggalnya, dia bersikap gak wajar, makan gak habis, gak berani masuk rumah, kalo kami paksa masuk ke rumah, pasti dia ngamuk dan ingin keluar, suka tidur-tiduran dan dia terlihat lemah dan lesu sekali.

19. Saya merasa dia takut meninggal(mati) didalam rumah kami, rumah yang menjadi bagian hidupnya bersama keluarga kami dengan meninggalkan penyakit atau menyusahkan keluarga kami dengan bangkai mayatnya.

20. Banyak kenangan yang kami dapatkan bersamanya, sayangnya keluarga kami tak mampu mendokumentasikannya.

21. Bahkan kami tidak pernah memberikan dia nama, tapi kami tetap sayang dan menjadikannya salah satu bagian dari perjalanan kehidupan keluarga kami.


Setelah kehilangan kucing peliharaan kami ini, dirumah kami gak sepi begitu saja, setelah kepergiaannya, banyak kucing liar yang singgah kerumah. Kisahnya saya lanjutkan di lain waktu saja. Terimakasih telah membagi waktu anda untuk membaca tulisan saya ini.

2 komentar:

c!km!stry mengatakan...

teringat pd kucing pertama kami,
tiara.
sangat manja, sangat pandai.
anak dua ekor,
dua2 comel n pandai..
rindu diorg.. :(

awan mengatakan...

Baru dengar kabar ternyata Naruto dan kakashi (kucing saya,red)udah meninggal :((

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

Terimakasih telah membaca postingan ini. Ditunggu komentarnya...

 
Blogger Cupu is proudly powered by Blogger.com | Download Template: o-om.com | re edited by awan