Mengenai Saya

Foto saya
blog ini dalam masa perbaikan. mohon maaf untuk sementara tidak saya update isinya

Selasa, 08 Desember 2009

Alasan kita memilih Islam dan Bukti otentik tentang kebenaran Al-Quran

. Selasa, 08 Desember 2009

Alasan kita memilih Islam karena ada tiga faktor, yaitu :

* Faktor keimanan

* Faktor sejarah

* Faktor realita (kenyataan)


A.) FAKTOR KEIMANAN

Bila kita telusuri, Faktor keimanan maka kita akan dapati bahwa kita tidak mungkin menjadi manusia yang beriman kepada Allah SWT selama kita belum bisa hidup dengan Islam. Kita tidak mungkin beriman kepada Allah SWT sebelum menjadikan Islam sebagai system hidup kita. Keimanan kita kepada Allah SWT dan berkomitmen pada kalimat syahadat , mengharuskan kita menjadikan Islam sebagai pandangan hidup dan mengharuskan kita kembali kepada Islam dan mengamalkannya. Tidak mungkin kita disebut orang yang beriman bila kita tidak mau berhukum pada peraturan yang telah digariskan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Al-Quran sendiri bertahkim kepada peraturan Allah SWT dan Rasul-Nya.


Allah SWT berfirman :


“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka ( Al-Ahzab : 36 )

Dengan adanya ayat itu, maka tidak pilihan lain setelah kalian menyatakan diri telah beriman kepada Allah SWT. Dengan adanya keimanan maka setiap orang cenderung akan mendengar, menyakini dan mematuhi semua perbuatan dan menjauhi larangan-Nya.


B.) FAKTOR SEJARAH

Ini karena kita telah terlahir sebagai muslim dan kedua orang tua kita juga muslim, maka kita wajib mensyukuri hal tersebut. Selain itu ditinjau dari segi sejarah Islam, niscaya kita dapatkan bahwa sejarah umat Islam mengharuskan kita kembali kepada Islam. Kita tidak bisa jaya selain dengan Islam. Jika kita melihat sejarah umat Islam yang mengalami masa kejayaan, keemasan, kekuatan dan kemenangan. Disanalah Islam menjadi motivator dan dinamisator. Dengan adanya kenyataan tersebut merupakan bagian dari sejarah kebesaran Islam. Oleh karena itu apabbila kita ingin menjadi orang yang meraih kejayaan, kewibawaan, kepemimpinan, kemerdekaan dan kesatuan maka mau tidak mau kkita harus kembali kepada Islam.


C.) FAKTOR REALITA ( KENYATAAN )

Faktor ini merupakan factor yang kuat dan jelas yang dapat dipertanggung jawabkan serta sesuai dengan kenyataan yang ada. Dengan adanya hal ini mengharuskan kita kembali kepada Islam secara total dalam segala aspek kehidupan agar hidup kita tenang dan tentram. Kita memerlukan Islam karena Islam merupakan satu-satunya agama yang dapat mewujudkan keseimbangan dalam hidup. Islamlah yang memberikan manhaj yang moderat, yang sesuai bagi umat yang bersikap netral. Islam adalah agama yang mampu menyeimbangkan akal pikiran dan hati serta dapat memadukan spiritual dan material. Islam sanggup menyatukan dunia dan akhirat. Di beberapa Negara Islam yang telah menerapkan hukum Islam, kita dapatkan hasil yang positif. Dengan menerapkan ajaran Islam dilingkungan masyarakat, masyarakat akan terdidik dengan pendidikan Islam dan terwujudnnya insan yang baik. Karena dasar masyarakat yang baik adalah insan yang baik .

Allah SWT berfirman :


“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”

Apabila kita hendak menciptakan kehidupan manusia yang bermoral tinggi maka kita harus kembali kepada Islam. Karena Islamlah yang membuat hati nurani yang hidup, yang sanggup menciptakan manusia yang berkualitas yang menjadi landasan bagi kehidupan yang baik.



BUKTI OTENTIK TENTANG KEBENARAN AL-QURAN

Isi yang terkandung di dalam Al-Quran sudah dijamin kebenaran oleh Allah SWT, seperti dalam firman-Nya :


“Kitab ( Al-Quran ) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa”


Selain itu Al-Quran tidak mungkin dibuat-buat, karena itu adalah firman dari Allah SWT yang langsung diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun, Allah SWT berfirman :


“Tidaklah mungkin Al-Quran ini dibuat-buat saja oleh siapapun selain Allah. Bahkan ia membenarkan kitab-kitab wahyu yang sebelumnya dan lebih memperjelas lagi hukum-hukum yang telah disyariatkan di dalamnya. Tidak ada keragu-raguan dalam isinya, betul-betul datangnya dari Tuhan semesta alam”


Ø CARA – CARA AL-QURAN DITURUNKAN

Nabi Muhammad SAW dalam hal menerima wahyu mengalami bermacam-macam cara dan keadaan, diantarannya :

a) Malaikat memasukkan wahyu itu kedalam hatinya. Dalam hal ini Nabi SAW tidak melihat sesuatu apapun, hanya merasa bahwa itu sudah berada saja dalam kalbunya. Mengenai hal ini, Nabi mengatakan: “Ruhul qudus memwahyukan kedalam kalbuku”

b) Malaikat menampakan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehhingga beliau mengetahui dan hafal benar akan kata-kata itu.

c) Wahyu datang kepadanya seperti gemerincing lonceng. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi. Kadang-kadang pada keningnya berpancaran keringat, meskipun turunnya wahyu ini di musim dingin yang sangat. Kadang-kadang unta beliau terpaksa berhenti dan duduk karena merasa amat berat, bila wahyu itu turun ketika beliau sedang mengendarai unta.

d) Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi, tidak berupa seorang laki-laki , tetapi benar-benar seperti rupanya yang asli. Hal ini tersebut dalam Al-Quran surat An-Najm : 13-14.


“Sesungguhnya Muhammad telah melihatnya pada kali yang lain (kedua) ketika ia berada di Sidratulmuntaha”

3 komentar:

Anonim mengatakan...

makasih bos tuk infoy'. ijin copas ya bos,, :)

pajo mengatakan...

islam agamaku...
ALLAH SWT Adalah tuhanku.
the best

TOM PAIJO mengatakan...

ini bisa menjadi bukti bagi orang-orang yang masih ragu

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

Terimakasih telah membaca postingan ini. Ditunggu komentarnya...

 
Blogger Cupu is proudly powered by Blogger.com | Download Template: o-om.com | re edited by awan