Mengenai Saya

Foto saya
blog ini dalam masa perbaikan. mohon maaf untuk sementara tidak saya update isinya

Selasa, 03 Februari 2009

Sains dalam Kisah Dunia Fiksi

. Selasa, 03 Februari 2009

Dengan memakai prinsip – prinsip fisika modern, mungkinkah kejadian-kejadian seperti yang dilukiskan dikedua cerita dibawah ini nyata?

  1. Suatu ketika, pesawat USS Enterprise(dari kisah Star trek) terjebak dalam suatu gangguan atau fluktuasi ruang – waktu subspace yang membuatnya memasuki suatu wilayah nan eksotik dan nostalgis: masa lalu.sedemikian menggetarkannya peristiwa itu, karena USS Enterprise bertemu dengan USS Enterprise generasi sebelumnya yang dalam buku sejarah disebutkan telah hancur lebur dalam suatu perang, lainnya yakni perjumpaan para awak dengan seorang perwira, Letnan Tasha Yarr, yang telah mati, tetapi saat itu dalam keadan sehat – sehat saja. (diambil dari buku Kosmos Sandi Setiawan).
  2. Akhirnya mesin itu dinyalakan, mereka meluncur jatuh. Dodekahedron itu meluncur cepat melalui terowongan gelap yang lebarnya sekadar cukup untuk membuatnya lewat. Tiba – tiba Ellie sadar bahwa mesin itu sedang melewati lubang hitam melewati horizon peristiwa menuju singularitas yang mengerikan, Dekat suatu singularitas, hubungan sebab akibat menjadi kacau, akibat bisa mendahului sebab, waktu bias berjalan mundur dan ada kemungkinan besar tak akan keluar hidup – hidup …Akhirnya kendaraan itu melayang ke sebuah dok berlampu kuninig yang bentuk dan ukurannya persis kendaraan mereka yang berbentuk dodekahedron. Dibelakang dok terlihat sebuah matahari,,yang dengan spektograf dengan mudah dikenali sebagai bintang Vega (berjarak 26 tahun cahaya)… ketika pintu dodekahedron terbuka, mereka baru menyadari bahwa mereka berada di pantai. Ombak memecah dipasir. Langit berwarna biru, dihiasi gumpalan – gumpalan awan putih…Mereka berada disana satu hari, setidaknya begitulah arloji mereka menunjukkannya.kemudian mereka kembali masuk ke Mesin dan kembali …Ketika mereka keluar dari mesin jam menunjukkan pukul 15.20, berarti setidaknya mereka telah pergi selama 24 jam 20 menit …’Hari apa sekarang?” Tanya Ellie.Para teknisi memandang heran . Ada sesuatu yang salah. ‘Apa maksudmu ? Masih hari yang sama, Jumat, 31 Desember 1999.Malam Tahun Baru.”jawab seorang teknisi.(disadur dari novel Kontak karya Carl Sagan).

(kata kunci : dapatkah manusia kembali kemasa lalu ?)

Dari kejadian pertama dapat disimpulkan bahwa kita tidak dapat kembali kemasa lalu, karena untuk dapat kembali kemasa lalu ,harus menggunakan kecepatan yang dapat melaju melebihi kecepatan cahaya ( v ≥c ), tetapi

Tidak ada benda yang dapat melebihi kecepatan cahaya

Ketika v mendekati c,






dalam persamaan:






mendekati 0, dan masa m mendekati tak terhingga.jika v = c, m = ,dengan hal ini kita dapat mengambil kesimpulan, yaitu tidak dapat sama dengan c, tidak ada benda yang dapat melaju secepat cahaya.tetapi bagaimana jika suatu

roket yang bergerak pada v1 = 0,5c relatif terhadap bumi yang menembakkan

peluru dengan kelajuan v2 = 0,5c dalam arah yang sama?. Kita dibumi bisa mengharapkan untuk mengamati peluru yang memiliki kelajuan v1 + v2 = c, pertambahan kecepatan dalam relativitas bukanlah proses yang sederhana, dalam kasus tersebut kelajuan peluru tetap 0,8c

Walaupun waktu merupakan kuantitas relatif , tidak seluruh pengertian waktu yang dibentuk oleh pengalaman sehari hari salah. Misalnya waktu tidak dapat berjalan mundur untuk setiap pengamat; urutan kejadian terjadi disuatu tempat pada saat (t1, t2, t3,…akan terlihat dalam urutan yang sama terhadap pengamat yang berada di tempat manapun ,walaupun tidak pelu terjadi dengan selang waktu yang sama t2 – t1,t3 – t2, …antara kedua kejadian. Demikian juga,tak ada pengamat ditempat jauh, tak tergantung dari keadan geraknya yang dapat mengamati kejadian yang belum terjadi atau lebih tepat lagi, sebelum pengamat di tempat yang dekat melihatnya, hal ini disebabkan oleh keberhinggaan kelajuan cahaya dan sinyal memerlukan periode minimum L/c untuk menjalar sejarak L. tidak ada cara untuk mengintip kemasa depan, walaupun perspektif waktu (dan juga ruang )dari kejadian masa lampau dapat kelihatan berbeda terhadap pengamat yang berbeda.

c = Menyatakan kelajuan benda

v = Kelajuan pengamat

m0 = Massa dalam keadaan diam

m = Massa dalam keadaan bergerak



Kejadian kedua tidak dapat terjadi, karena perubahan pada waktu kedua pengamat (pengamat yang menetap di planet =A, pengamat yang berada di mesin waktu = B)

Dilihat dari kejadian diatas dimana pengamat dimesin waktu (A) merasa memiliki waktu yang lebih lama di banding pengamat yang berada di planet (B), dimana si B merasa hanya ditinggal pergi oleh A hanya 20 menit (dengan menghitung waktu pulang dan pergi, sedangkan si A merasa telah meninggalkan planet tersebut selama 24 jam 20 menit. Kejadian ini tidak mungkin terjadi karena pemuaian waktu terjadi pada si B yang menetap di planet yang berada dalam kerangka inersial seluruh waktunya, sedangkan pada si A yang melakukan perjalanan, mendapatkan perubahan-perubahan kerangka inersial tidak mengalami pemuaian waktu.

Selama kejadian yang terjadi, merupakan kebalikan dari paradoks kembar, dimana dalam percobaannya (menggunakan lonceng identik, yang satu tinggal dibumi, sedangkan kembarannya melakukan perjalanan ke ruang angkasa, kemudian dikembalikan ke bumi) menyatakan kembar B selalu berada dalam kerangka inersial seluruh waktunya sehingga B boleh memakai rumusan pemuaian waktu untuk seluruh perjalanan A, (kecuali untuk periode percepatan ketika A membalik roketnya, tetapi kita bisa menganggap periode ini cukup kecil), kembar A sebaliknya, harus berubah dari kerangka inersial ke kerangka inersial yang lain ketika A membalik roketnya sehingga pemakaian rumus itu oleh A hanya sah ketika dalam perjalanan menjauhi, jadi kesimpulan B yang benar, adalah A akan merasa waktu perjalanan lebih singkat.

Jika seorang pengamat dalam suatu roket, mendapatkan selang waktu antara dua kejadian dalam roket itu t0,orang di planet mendapatkan bahwa selang waktu tersebut lebih panjang,yaitu t,kuantitas t0 ditentukan oleh kejadian yang terdapat pada tempat yang sama dalam kerangka acuan pengamatnya disebut selang waktu proper antara kejadian itu . bila diamati dari planet kejadian yang menandai permukaan dan akhir selang waktu itu terjadi pada tempat yang berbeda dan mengakibatkan selang waktunya kelihatan lebih panjang dari waktu proper. Efek ini disebut pemuaian waktu (memuai adalah bertambah besar).







0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

Terimakasih telah membaca postingan ini. Ditunggu komentarnya...

 
Blogger Cupu is proudly powered by Blogger.com | Download Template: o-om.com | re edited by awan